Pengikut

Sabtu, 16 April 2011

Skizophrenia


SKIZOFRENIA


KRITERIA DIAGNOSTIK SKIZOFRENIA

A. GEJALA KHAS (Characteristic symptomps):
Ada dua atau lebih gejala khas berikut ini, dimana gejala tersebut menetap minimal selama sebulan (boleh kurang bila nyata-nyata sukses diobati):
(1) Waham
(2) Halusinasi
(3) Disorganized speech (bicaranya kacau) misalnya: frequent derailment, inkoheren.
(4) Disorganized behaviour (perilaku yang sangat kacau atau perilaku katatonik).
(5) Gejala2 negatif,misalnya: afek datar, alogia, avolition.
Catatan : Hanya diperlukan satu kriteria A bila ada:
 Waham yang aneh (bizarre) atau
 Halusinasi yang mengkomentari perilaku atau pikirannya atau
Halusinasi yang terdiri dua atau lebih suara yang saling berbicara.
B. GANGGUAN FUNGSI SOSIAL / PEKERJAAN (Sosial/occupational dysfunction) : Ada gangguan fungsi kehidupan dasar yang berlangsung hampir sepanjang / setiap hari dimulai sejak munculnya gangguan. Misalnya gangguan dibidang: pekerjaan, hubungan interpersonal atau perawatan diri yang jelas menurun kualitasnya dibandingkan sebelum sakit ,atau Jika onset gangguannya dimasa kanak-kanak atau remaja, terjadi kegagalan pencapaian ketingkat yang semestinya dibidang : hubungan interpersonal, akademik,atau pekerjaan.
C. DURATION :
Gejala gangguan berlangsung secara kontinu selama minimal 6 bulan. Dalam kurun waktu 6 bulan tersebut :
• Harus mencakup : gejala2 fase aktif yaitu ada gejala2 yang memenuhi kriteria A selama minimal 1 bulan (boleh kurang bila sukses diterapi) ; gejala2 fase prodromal , serta gejala2 fase residual.
• Selama periode (fase) prodromal atau residual tanda2 gangguan dapat hanya berupa gejala2 negatif atau 2 atau lebih gejala yang tercantum pada kriteria A dalam bentuk yang tidak menonjol (attenuated form) misalnya : odd beliefs (fikiran aneh), unsual perceptual experiences (pengalaman2 persepsi yang tidak biasa).

D. BUKAN KARENA GANGGUAN SKIZOAFEKTIF DAN GANGUAN MOOD (Schizoaffective and mood disorder exclusion) :
Kemungkinan Gangguan Skizozfektif dan gangguan mood dengan ciri psikotik dapat disingkirkan karena salah satu dari berikut ini :
1) Tidak ada episode : depresi berat(mayor), mania atau episode campuran yang terjadi bersamaan dengan gejala2 fase aktif; atau
2) Jika episode gangguan mood terjadi selama gejala2 fase aktif maka lamanya durasi relatif lebih singkat dari durasi fase aktif dan residual.

E. BUKAN KARENA PENGGUNAAN ZAT / KONDISI MEDIK UMUM (Subtance / general medical condition* exclusion) :
Gangguan tersebut tidak disebabkan efek fisiologis langsung dari : penggunaan suatu Zat (eg. Penyalah gunaan Zat, pengobatan), atau karena kondisi medik umum.
* Untuk selanjutnya General Medical Condition ( disingkat GMC ) ; diterjemahkan kondisi medik umum ; dalam hal tertentu diartikan kelainan organik.
Efek Fisiologis Langsung dari suatu …. disingkat EFLs.
Penyalah gunaan Zaz disingkat PgZ.
Penggunaan obat atas saran / dengan resep dokter ) untuk tujuan pengobatan disingkat PoD


F. HUBUNGANNYA DENGAN GANGGUAN PERKEMBANGAN PERVASIF (Relatonship to a Pervasive Developmental Disorder).
Jika ada riwayat Gangguan Autistik atau Gangguan Perkembangan Pervasif lainnya, diagnosa tambahan skizofrenia ditegakkan hanya jika ada waham atau halusinasi yang menonjol yang berlangsung minimal 1 bulan (atau kurang bila sukses diterapi).


KLASIFIKASI BERDASARKAN PERJALANAN PENYAKIT : (hanya diterapkan setelah berlangsung minimal 1 tahun terhitung sejak onset awal dari gejala2 fase aktif)
• Episodic with interepisode Residual symptomps (Episode ganda / banyak diikuti gejala residual antar periode kekambuhan). Dimana episode kambuh ditandai dengan munculnya kembali gejala2 psikotik , termasuk juga tipe :
o with Prominent Negative symptomps. Dimana episode kambuh ditandai dengan gejala2 negative yang menonjol.
• Episodic with No interepisode Residual symptomps Continuous (Episode ganda / banyak tanpa diikuti gejala residual antar periode kekambuhan). Ditandai adanya gejala2 psikotik yang menonjol sepanjang periode observasi, termasuk juga tipe :
o with Prominent Negative symptomps. Ditandai adanya gejala2 negatif yang menonjol sepanjang periode observasi,
• Single Episode in Partial remission (Episode tunggal dengan remisi parsial), termasuk juga tipe :
o With Prominent Negatif Symptomps.
• Single Episode in Full remission (Episode tunggal dengan remisi penuh),
• Other or Unspeciffied Pattern (Pola tidak spesifik atau pola lainnya).

KRITERIA DIAGNOSTIK SUBTIPE SKIZOFRENIA (catatan : Kriteria diagnostik Skizofrenia harus ditegakkan dulu)

1. PARANOID TYPE (Tipe Paranoid)
Adalah suatu tipe Skizofrenia yang memenuhi kriteria berikut ini :
A. Preokupasi pada 1 atau lebih : Waham atau Halusinasi dengar yang berulang-ulang.
B. Gejala2 berikut ini tidak ada yang menonjol :
o Bicara kacau (Disorganized speech)
o Perilaku kacau atau perilaku katatonik (Disorganized or catatonic behaviour)
o Afek : datar atau tidak serasi (Flat or inappropriate affect).
2. DISORGANIZED TYPE
Adalah suatu tipe Skizofrenia yang memenuhi kriteria berikut ini :
A. Gejala2 berikut ini semuanya menonjol :
1) Bicara kacau.
2) Perilaku kacau.
3) Afek : datar atau tidak serasi.
B. Tidak memenuhi kriteria tipe katatonik.
3. CATATONIC TYPE
Adalah suatu tipe Skizofrenia yang gambaran klinisnya didominansi oleh se-kurang2nya 2 dari berikut ini :
(1) Immobilitas motorik yang ditandai oleh adanya : katalepsi (termasuk fleksibilitas serea) atau stupor.
(2) Aktivitas motorik yang berlebihan (yang tidak jelas tujuannya dan tidak dipengaruhi stimulus dari luar)
(3) Negativisme berat (resistensi terhadap perintah, atau mempertahankan suatu postur yang kaku / rigid terhadap usaha untuk menggerakkannya tetapi tidak jelas alasan / motifnya) atau mutisme.
(4) Gerakan2 volunter yang aneh yang ditunjukkan dengan posturing (nyata adanya inappropriate postures or bizarre postures), gerakan2 stereotipi, menerisme yang berlebihan, menyeringai yang berlebihan (prominent grimacing)
(5) Echolalia atau echopraxia.
4. UNDIFFERENTIATED TYPE
Adalah suatu tipe Skizofrenia dimana ada gejala2 yang memenuhi kriteria A, tetapi tidak memenuhi kritteria untuk tipe paranoid, disorganized maupun katatonik
5. RESIDUAL TYPE (tipe residual)*
Adalah suatu tipe Skizofrenia yang memenuhi kriteria berikut ini :
B. Ada bukti bahwa gangguannya berkelanjutan/kontinu, yang ditunjukkan dengan adanya gejala2 negatif, atau 2 atau lebih gejala yang tercantum pada kriteria A untuk Skizofrenia dalam bentuk yang tidak menonjol (attenuated form) misalnya : odd beliefs (fikiran aneh), unsual perceptual experiences (pengalaman2 persepsi yang tidak lazim ).
A. Tidak ada gejala2 yang menonjol berupa : waham, halusinasi, bicara kacau, perilaku sangat kacau atau perilaku katatonik.
* Catatan : Buktikan : dulu pernah memenuhi kriteria Skizofrenia ; tipenya apa ??


GANGGUAN SKIZOFRENIFORM

KRITERIA DIAGNOSTIK GANGGUAN SKIZOFRENIFORM ( DSM IV –TR )

A. Memenuhi criteria A , D , E Skizofrenia.
B. Episode gangguan* berlangsung lebih dari 1 bulan, tetapi kurang dari 6 bulan.
o *Episode terdiri dari fase prodromal, aktif dan fase residual.
o *Bila diagnose ditegakkan tanpa menunggu sembuh,dikualifikasikan sebagai“ Provicial“
Ada beberapa tipe :
 Without Good Prognostic Features (tanpa ciri2 prognosa baik) :
 With Good Prognostic Features (dengan ciri2 prognosa baik) : dibuktikan dengan 2 atau lebih berikut ini :
( 1 ) Onset gejala2 psikotik yang menonjol adalah dalam 4 minggu pertama sejak terlihat perubahan perilaku dan taraf fungsi-nya, dari sebelum sakit.
(2) Kebingungan dan kekacauan pada puncak episode psikotik.
(3) Taraf fungsi sosial dan pekerjaan sebelum sakit adalah bagus
(4) Tidak ada : afek tumpul atau afek datar.


BRIEF PSYCHOTIC DISORDER (EPISODE SKIZORENIA AKUT)

KRITERIA DIAGNOSTIC BRIEF PSYCHOTIC DISORDER ( DSM IV –TR ) :
A. Adanya satu (atau lebih) dari gejala2 berikut :.
(1) Waham
(2) Halusinasi
(3) Bicara kacau yang frekuen (Asosiasi longgar atau inkoherensi)
(4) Perilaku sangat kacau atau perilaku katatonik.
Jangan dinilai sebagai gejala, bila gejala-nya adalah pola respon terhadap sanksi kultural.
B. Durasi episode gangguan lebih dari 1 hari , tetapi kurang dari 1 bulan , dan sepenuhnya kembali ketaraf fungsi premorbid.
C. Gangguan tersebut tidak disebabkan oleh :
o Gangguan mood dengan ciri psikotik, Gangguan Skizoafektif, atau Skizofrenia ; dan
o Akibat langsung dari : efek penggunaan suatu Zat (ig. Pada drug abuse, akibat pengobatan) atau suatu kelainan organick ( GMC ).
Disingkat : EFLs penggunaan Zat ( ig. Pada PgZ ; PoD ) atau suatu KO.
Ada beberapa tipe :
 With Marked Stressor(s) (dengan stressor yang berat / bermakna), disebut Brief Reactive Psychosis (Reaksi Psikosa Singkat) :
Bila gejala2 terjadi segera sesudah satu peristiwa / kejadian atau lebih dari satu peristiwa yang terjadi bersamaan dan merupakan respon terhadap peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut benar2 stressfull bagi hampir semua orang pada kondisi yang sama dan dengan latar belakang kultur yang sama.
 Without Marked Stressor(s) (tanpa stressor yang berat / bermakna) :
Bila gejala2 terjadi tidak segera sesudah satu peristiwa / kejadian atau lebih dari satu peristiwa yang terjadi bersamaan dan bukan merupakan respon terhadap peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut benar2 stressfull bagi hampir semua orang pada kondisi yang sama dan dengan latar belakang kultur yang sama.
 With Postpartum onset : bila onsenya terjadi dalam 4 minggu sejak postpartum.


GANGGUAN SKIZOAFEKTIF

KRITERIA DIAGNOSTIK GANGGUAN SKIZOAFEKTIF ( DSM IV –TR ) :
A. Pada saat perjalanan penyakitnya terjadi suatu episode interupsi / sisipan dengan adanya salah satu dari :
Episode Depresi Berat atau Episode Manik atau Episode Campuran. Yang terjadi bersamaan dengan gejala2 yang memenuhi kriteria A Skizofrenia.
Note: Episode Depresi Mayor harus termasuk kriteria A.1. depressed mood.
B. Pada periode yang sama dari sakitnya , terdapat waham atau halusinasi sekurang-kurangnya 2 minggu tanpa ada gejala-2 gangguan mood yang menonjol.
C. Gejala-2 yang memenuhi kriteria satu episode gangguan mood tersebut munculnya jelas-2 pada suatu bagian dari durasi total periode aktif dan periode residual penyakitnya.
D. Bukan EFLs penggunaan Zat ( ig. Pada PgZ ; PoD ) atau suatu KO. Ada beberapa tipe :
• Bipolar type (tipe Bipoler) : bila gangguannya berupa :
o Satu episode Manik atau satu episode campuran . atau
o Satu episode Manik, atau
o Satu episode Campuran dan episode Depresi berat.
• Depressive Type (tipe Depresi):bila gangguannya hanya berupa episode Depresi berat.


GANGGUAN WAHAM (DELUSIONAL DISORDER )

KRITERIA DIAGNOSTIK GANGGUAN WAHAM ( DSM IV –TR ) :
A. Waham nonbizzare dengan durasi sekurang-kurangnya 1 bulan. Termasuk situasi yang terjadi pada kehidupan nyata seperti : merasa diikuti ( dikuntit / diawasi ) ; diracuni ; dipengaruhi ; dicintai dari jarak jauh, dikhianati oleh pasangan / kekasihnya, menderita sakit .
B. Tidak pernah memenuhi kriteria A Skizofrenia.
Note : Halusinasi taktil dan halusinasi olfaktorius bisa ada pada gangguan waham jika halusinasi tersebut berkaitan dengan tema wahamnya.
C. Terlepas dari pengaruh waham atau dampak dari wahamnya ; taraf fungsinya tidak terlalu terganggu dan perilakunya tidak terlalu menyimpang atau bizarre.
D. Bila episode gangguan mood terjadi bersama dengan waham, total durasinya relative lebih singkat dibandingkan periode wahamnya.
E. Bukan EFLs penggunaan Zat ( ig. Pada PgZ ; PoD ) atau suatu KO.
Beberapa tipe gangguan waham : ( tipe-2 dibawah ini disusun berdasarkan tema waham yang menonjol ).
• Erotomania type (Erotomania): waham dimana orang yang lebih tinggi statusnya jatuh cinta padanya.
• Grandiose type (Waham kebesaran) : waham dengan perasaan melambungnya kekayaan, kekuasaan, pengetahuan / ilmu, identitas, atau punya hubungan special dengan Tuhan / nabi atau orang terkenal.
• Jealous type (Waham curiga) : waham merasa pasangan seksualnya telah selingkuh / mengkhianatinya.
• Persecutory type (Waham kejar) : waham merasa orang lain (orang terdekatnya) dengan bermacam-macam cara akan mencelakainya.
• Somatic type (Waham somatic) : waham bahwa dia mempunyai cacat fisik atau gangguan medis tertentu.( GMC ).
• Mixed type (tipe waham campuran) : waham yang ditandai dengan lebih dari satu waham yang tersebut diatas tetapi tidak ada tema yang menonjol.
• Unspecified type (tipe waham tidak spesifik)



GANGGUAN PSIKOTIK YANG TIDAK TERGOLONGKAN

KRITERIA DIAGNOSTIK GANGGUAN PSIKOTIK YG TDK TERGOLONGKAN:
Kategori ini mencakup simtomatologi psikotik berikut ini (contoh : waham, halusinasi, disorganized speech, grossly disorganized atau katatonik behaviour) yang tanpa disertai informasi yang adekuat untuk menegakkan diagnosis yang spesifik ; atau ada informasi yang kontradiktif ; atau gangguan dengan gejala psikotik yang tidak memenuhi kriteria kelainan psikotik tertentu.
Contoh :
1. Postpartum psikosis yang tidak memenuhi criteria Gangguan Mood dengan ciri psikotik, Brief Psychotic Disorder, gangguan psikotik karena Kondisi Medis Umum , atau kelainan psikotik yang diinduksi zat.
2. Gejala-gejala psikotik yang berlangsung kurang dari 1 bulan tetapi belum mencapai remisi, sehingga tidak memenuhi kriteria Brief Psychotic Disorder.
3. Halusinasi Audiotorik persisten tanpa kelainan lain.
4. Ada episode mood yang terjadi bersamaan dengan Waham Nonbizarre yang persisten , dimana episode gangguan mood terjadi pada saat dan lebih singkat waktunya dari keseluruhan periode gangguan waham.
5. Keadaan dimana dokter menyimpulkan memang terdapat gangguan psikotik tetapi tidak dapat memutuskan apakah gangguan itu gangguan primer, gangguan karena kondisi medis umum atau gangguan yang diinduksi zat.


GANGGUAN PSIKOTIK AKIBAT KONDISI MEDIS UMUM

KRITERIA DIAGNOSTIK GANG. PSIKOTIK AKIBAT KONDISI MEDIS UMUM :
A. Waham atau halusinasi yang menonjol .
B. Terdapat bukti dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, atau hasil tes laboraturium bahwa gangguan tersebut adalah dampak fisiologis langsung dari kondisi medis umum.
C. Gangguan tersebut tidak disebabkan gangguan mental lainnya .
D. Gangguan tersebut tidak semata-mata terjadi saat episode delirium.

Kode berdasarkan gejala yang predominan :
81. Dengan Waham : jika waham merupakan gejala predominan.
82. Dengan halusinasi : jika halusinasi merupakan gejala predominan.
Penulisan kode :
Pada Axis I : tuliskan gangguan medis umum dan gejala psikotiknya.
Pada Axis III : tuliskan gangguan medis umum-nya.
• Axis I : 293.81. Kanker ganas paru dengan Waham .
o Axis III : Kanker ganas paru.
• Axis I : 290.42. Demensia Vaskuler dengan Waham .
o Axis III : Demensia Vaskuler.





GANGGUAN PSIKOTIK YANG DIINDUKSI ZAT

KRITERIA DIAGNOSTIK GANGGUAN PSIKOTIK YANG DIINDUKSI ZAT :

A. Waham atau halusinasi yang menonjol. Catatan : tidak termasuk halusinasi bila orang tersebut sadar bahwa ia dalam pengaruh suatu zat.
B. Terdapat bukti dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium salah satu dari (1 ) atau ( 2 ) :
1. Gejala pada kriteria A muncul selama atau dalam 1 bulan dari intoksikasi atau withdrawal / keadaan putus Zat.
2. Penggunaan obat yang secara etiologi berhubungan dengan gangguan yang dialami.
C. Gangguan tersebut tidak dapat dijelaskan sebagai Gangguan Psikotik yang tidak diinduksi oleh Zat. Bukti bahwa gejalanya tidak dapat dijelaskan sebagai gangguan psikotik yang tidak diinduksi oleh Zat diantaranya sebagai berikut :
- Gejala timbul lebih dahulu dibandingkan penggunaan zat atau obat.
- Gejala menetap untuk waktu tertentu (contoh :  1 bulan) setelah berhentinya intoksikasi berat atau withdrawal akut ,atau
- Gejala tersebut nyata-2 lebih berat dari reaksi yang diharapkan sesuai dengan jenis , jumlah / dosis, lamanya pemakaian Zat ,atau
- Terdapat bukti lain yang menunjukkan adanya suatu Gangguan psikotik yang tidak diinduksi Zat ( contoh: ada riwayat episode-2 kekambuhan yang tidak berhubungan dengan pemakaian Zat ).
D. Gangguan tersebut tidak semata-mata terjadi saat episode delirium.

Catatan : diagnosis Gangguan Psikotik yang diinduksi Zat ini ditegakkan untuk menyingkirkan diagnosis Intoksikasi Zat atau Sindrom Putus Zat (withdrawal) hanya jika gejalanya lebih parah dari gejala yang berhubungan dengan Intoksikasi Zat atau Sindrom Putus Zat (withdrawal) ; dan jika gejala-nya cukup parah / memadai untuk diberi perhatian klinis independen guna menegakkan diagnosa lain.

Kode gangguan psikotik yang diinduksi oleh zat :
291.5 Alkohol dengan waham.
291.3 Alkohol dengan halusinasi.
292.11 Amfetamin (atau zat mirip amfetamin) dengan waham.
292.12 Amfetamin (atau zat mirip amfetamin) dengan halusinasi.
292.11 Ganja dengan waham.
292.12 Ganja dengan halusinasi.
292.11 Kokain dengan waham.
292.12 Kokain dengan halusinasi.
292.11 Halusinogen dengan waham.
292.12 Halusinogen dengan halusinasi.
292.11 Zat inhalasi dengan waham.
292.12 Zat inhalasi dengan halusinasi.
292.11 Opioid dengan waham.
292.12 Opioid dengan halusinasi.
292.11 Phencyclidine (atau zat mirip phencyclidine) dengan waham.
292.12 Phencyclidine (atau zat mirip phencyclidine) dengan halusinasi.
292.11 Sedatif, hipnotik dan anxiolytic dengan waham.
292.12 Sedatif, hipnotik dan anxiolytic dengan halusinasi.
292.11 Zat lain (atau yang tidak diketahui) dengn waham.
292.12 Zat lain (atau yang tidak diketahui) dengan halisinasi.
Bedakan:
• Dengan onset selama intoksikasi. Jika memenuhi kriteria intoksikasi zat dan gejalanya timbul selama sindrom intoksikasi.
• Dengan onset selama withdrawal / putus zat. Jika memenuhi kriteria putus zat dan gejalanya timbul selama atau segera setelah withdrawal syndrome.

1 komentar:

Powered By Blogger