Pengikut

Sabtu, 09 Juli 2011

Istilah Radiologi

Istilah Radiologi.

  1. Infiltrat: gambaran densitas paru yang abnormal yang umumnya berbentuk bercak-bercak atau titik-titik kecil dengan densitas sedang dan batas tidak tegas. Merupakan gambaran suatu proses aktif paru.
  2. Fibrosis: jaringan parut dengan gambaran umumnya berbentuk garis atau pita dengan batas yang tegas dan densitas yang tinggi. Merupakan gambaran suatu proses lama dari peradangan pada paru.
  3. Kalsifikasi : deposit kalsium/kapur yang pada foto toraks memiliki gambaran bercak atau titik dengan densitas yang tinggi menyerupai jaringan tulang, merupakan pertanda dari proses lama pada paru.
  4. Bullae: Suatu kantong berdinding tipis yang berisi udara, umumnya disebabkan oleh destruksi alveolus kemudian terisi oleh udara. Bullae biasanya terletak dekat dengan pleura/di perifer paru. Gambaranya adalah area avaskuler berbentuk bulat dan berdinding tipis.
  5. Kista : Suatu rongga yang spheris, berdinding tipis nongranulomatous, berisi udara, cairan atau semifluid material.
  6. Kavitas: Bentuk rongga udara yang lain dalam paru. Istilah ini biasanya diperuntukkan bagi rongga yang terbentuk akibat nekrosis jaringan, tidak seperti bulla. Dinding yang tebal dan tidak teratur merupakan gambaran yang membedakannya dengan bulla atau bleb.
  7. Abses: Suatu rongga yang dibatasi jaringan granulasi yang didalamnya terdapat pus. Gambarannya berupa kavitas dengan air fluid level berdingding tebal dengan area konsolidasi disekitarnya.
  8. Tuberkuloma : merupakan sarang-sarang perkijuan (caseosa) berbentuk bulat/nodul dengan diameter 0,5-4 cm yang terjadi pada TB paru post primer.
  9. Pleural effusion: cairan yang berlebih diantara kedua pleura yaitu pleura visceralis dan parietalis, dapat disebabkan oleh infeksi, tumor atau kelainan sistemuk. Gambarannya adalah konsolidasi homogen di struktur paru bawah dengan meniscus sign, berjalan dari lateral atas menuju ke medial bawah, disebut juga dengan elis line.
  10. Pneumotoraks: Terkumpulnya udara dalam rongga pleura, yang memberikan gambaran berupa area hiperlusen avaskuler di daerah perifer paru. Jika luas akan memberikan efek pendorongan terhadap paru (menjadi kolaps), dan pendorongan mediastinum.
  11. Swarte : penebalan pleura akibat penyakit pleura yang kronis (pleuritis atau pneumotoraks berulang) sehingga terjadi penimbunan jaringan ikat dan kalsifikasi.
  12. Tumor paru: Pertumbuhan abnormal dari jaringan paru yang memberikan gambaran berupa konsolidasi. Pada massa yang ganas memberikan konsolidasi dengan batas tidak tegas dan tidak teratur dan dapat menyebabkan emfisema setempat, atelektasis, peradangan atau efusi pleura. Pada massa jinak gambaran berupa konsolidasi homogen berbatas tegas.
  13. Tumor mediastinum : tumor yang terdapat di mediastinum, misalnya tiroid,kista bronkogenik, limfoma dan teratoma. Gambarannya berupa konsolidasi di mediastinum atau mediastinum yang melebar, membentuk sudut yang lancip.
  14. Emfisema : suatu keadaan, dimana paru lebih banyak berisi udara sehingga ukuran paru bertambah, baik anterior-posterior maupun vertikal ke arah diafragma. Gambaran paru menjadi lebih radiolusen, bentuk torak seringkali menjadi kifosis, diafragma letak rendah dengan diafragma mendatar dan sela iga melebar.
  15. Kardiomegali : pembesaran jantung yang ditandai dengan CTR (membandingkan lebar jantung dan lebar dada pada foto thoraks PA) lebih dari 50% pada posisi PA.
  16. Elongasi Aorta : seringkali didapatkan pada orang tua, aorta (aorta asenden, arkus aorta dan aorta desenden) memanjang, kadang-kadang disertai pelebaran aorta. Aorta asenden menjadi batas jantung sisi kanan atas, agak konvek, arkus menjadi lebih menonjol, dapat diukur jarak antara arkus aorta dengan pertengahan klavikula yang kurang dari 2 cm.
  17. Dilatasi Aorta : gambaran aorta yang melebar, aorta melebar lebih dari 4 cm dihitung dari procc. spinosus vertebra torakal setinggi arcus aorta.
  18. Kalsifikasi Aorta : gambaran bintik-bintik perkapuran pada proyeksi aorta.
  19. Edema Paru : pembengkakan paru akibat tingginya aliran darah paru. Gambaran corakan bronkovaskular yang meningkat sampai kranialisasi, penebalan dinding interlobular dan cuffing peribronkial.
  20. Bronkiektasis : dilatasi bronkus, terjadi karena adanya obstruksi dan peradangan yang kronis. Gambarannya berupa lesi kistik atau cincin-cincin ektasis multipel seperti sarang tawon yang umumnya terdapat dilapangan bawah paru, atau gambaran garis-garis translusen yang panjang menuju ke hilus dengan bayangan konsolidasi disekitarnya.
  21. Atelektasis : kolaps paru, gambaran udara/lusensi pada jaringan paru berkurang, dapat terjadi karena sumbatan bronkus oleh karena tumor maupun kelenjar parahiler yang membesar. Gambaran radiologis berupa konsolidasi homogen (densitas tinggi), dengan penarikan mediastinum ke arah jaringan kolaps, diafragma tertarik keatas dan sela iga menyempit.
  22. Pneumonia : merupakan peradangan infeksi non spesifik, gambaran radiologis berupa konsolidasi dapat sebagian atau seluruh paru.
  23. TB paru : infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis pada paru. Dapat dibagi 2, primer dan postprimer.

TB primer, terjadi umumnya pada anak yaitu fokus ghon dan penebalan hilus dan pelebaran mediastinum, disebut dengan kompleks primer. TB post primer umumnya terjadi pada orang dewasa, gambaran lesi polimorfik, dapat berupa kavitas, tuberkuloma, infiltrat, fibrosis dan kalsifikasi. Lokasi terutama di lobus atas paru dan segmen apikal lobus bawah paru.

  1. TB milier : penyebaran hematogen dari TB dengan gambaran bercak halus multiple berukuran 2-3 mm di seluruh paru.
  2. Metastasis paru : adalah penyebaran tumor di paru dari tumor primer di tempat lain. Gambaran bermacam-macam, dapat berupa nodul multipel, konsolidasi menyerupai pneumonia, golf ball, lymphangitic spread atau efusi pleura.
  3. Pleuropneumonia : proses peradangan pada pleura dan jaringan paru, ditandai opasitas di mana diafragma menjadi kabur serta gambaran kalsifikasi dari pleura atau penebalan pleura.
  4. Inspirasi maksimal : mencakup sampai tulang iga anterior ke-6 dan tulang iga posterior ke-9.
  5. Bentuk iga depan lebih tinggi di sebelah lateral dari pada medial, sehingga iga-iga kiri kanan yang sama nomornya kira-kira membentuk huruf V. Iga posterior lebih tinggi di sebelah medial dari pada disebelah lateral, sehingga iga-iga kiri kanan yang sama nomornya kira-kira membentuk huruf A.
  6. Hidropneumothoraks : adanya cairan dan udara pada rongga pleura. Pada posisi PA dan tegak tampak gambaran air fluid level pada rongga pleura dengan sinus kostoprenikus yang terisi tanpa corakan bronkovaskular, sudut kostofrenikus tumpul, tidak ada elis line. kadang terdapat pendorongan paru ke arah kontralateral.
  7. Persistent Thymus : merupakan thymus yang menetap hingga dewasa, yang normalnya mengecil pada usia dua sampai delapan tahun. Gambaran berupa pembesaran dari mediastinum superior yang berbentuk seperti layar atau sayap malaikat.

9 komentar:

  1. @bagus Mas Fikih ,blognya , saya akan sering mampir dan beri komentar ya kalau tidak keberatan ,ditunggu segera lulus dan segera menjadi kolega . salam

    BalasHapus
  2. boleh boss...kita berbagi ilmu saja dan mohon koreksi dan bimbingannya...semoga bermanfaat...

    BalasHapus
  3. Ralat, untuk Dilatasi aorta = lebih dari 4 cm diukur dari lateral kanan aorta sampai lateral kiri aorta. (buku prof sudarmo)

    BalasHapus
  4. Halo mas, ini PR istilah radiologi dari dr. SI (RSP) ya? hehe _inb_

    BalasHapus
  5. hiperlusen itu maksudnya apa ya? saya kurang ngerti. makasih

    BalasHapus
  6. Apa yang dimaksud hasil rongen cor aorta elongasi

    BalasHapus