Pengikut

Minggu, 30 Mei 2010

Contoh Visum Bayangan









PRO JUSTITIA

VISUM ET REPERTUM
NO:008

Atas permintaan tertulis dari Kepolisian Resor Semarang Selatan melalui suratnya tanggal 18 Juli 2009 Nomor Polisi B/49/VII/2009/LANTAS yang ditanda tangani oleh AKL, Pangkat AKP, NRP 61070541 dan diterima tanggal 18 Juli 2009, jam 09.00 WIB, maka dengan ini saya, dr MF, sebagai dokter yang bekerja pada Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi Semarang menerangkan bahwa pada tanggal 18 Juli 2009, jam 10.00 WIB, di Instalasi Kedokteran Forensik dan Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi telah memeriksa jenazah, yang berdasarkan surat permintaan tersebut di atas nama SG, umur kurang lebih 30 tahun, jenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebelum meninggal dunia tidak diketahui, alamat semarang diduga meninggal dunia karena kecelakaan lalulintas---------------------------------------------------------------------------------------------------------

HASIL PEMERIKSAAN :----------------------------------------------------------------------------------
Dari pemeriksaan luar dan dalam atas tubuh jenazah tersebut diatas ditemukan fakta-fakta sebagai berikut :------------------------------------------------------------------------------------------------
A. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN IDENTITAS JENAZAH :--------------------------
1. Identitas Umum Jenazah :-------------------------------------------------------------------------------
a. Jenis kelamin : Laki-laki--------------------------------------------------------------------------------
b. Umur : Kurang lebih dua puluh lima tahun----------------------------------------------------------
c. Berat badan : Lima puluh tiga kilogram--------------------------------------------------------------
d. Panjang badan : Seratus enam puluh lima sentimeter----------------------------------------------
e. Warna kulit : Sawo matang, Warna pelangi mata hitam-------------------------------------------
f. Ciri rambut : Rambut kepala hitam, pendek, lurus--------------------------------------------------
g. Golongan darah : Tidak diperiksa---------------------------------------------------------------------
h. Keadaan gizi : Kesan baik (Indeks massa tubuh sembilan belas koma empat tujuh kilogram per meter persegi)----------------------------------------------------------------------------------------
i. Ciri – ciri lain : Tidak ada------------------------------------------------------------------------------
2. Identitas Khusus Jenazah :-------------------------------------------------------------------------------
a. Tato :------------------------------------------------------------------------------------------------------
o Terdapat satu buah tato yang tersebar di seluruh punggung yang berbentuk “ wanita memegang obor “ dengan panjang tiga puluh empat koma sentimeter dan lebar dua puluh enam sentimeter------------------------------------------------------------------------------
o Pada bahu kanan dan pergelangan tangan kanan bertuliskan “HERI S”--------------------
o Samping dalam punggung kaki kanan bertuliskan “LUKAKU”-----------------------------
b. Jaringan parut : Tidak ada------------------------------------------------------------------------------
c. Cacat fisik : Tidak ada----------------------------------------------------------------------------------
d. Pakaian :--------------------------------------------------------------------------------------------------
o Kaos lengan pendek berwarna coklat, pada bagian depan kaos sebelah kiri atas bertuliskan “insight” dan bagian belakang terdapat robekan berbentuk elips panjang empat sentimeter, lebar nol koma lima sentimeter, bermerk “DARBOST”,tidak terdapat ukuran kaos. Kaos dalam keadaan berlumuran darah--------------------------------
o Celana panjang berwarna hitam, berbahan kain, bermerk “Young Casual Clothes”, ukuran tiga puluh. Terdapat empat buah kantong celana dengan dua kantong di sisi kanan dan kiri, dua kantong lagi di sisi belakang, kantong tidak berisi. Terdapat robekan garis di kantong celana sebelah kanan dengan ukuran panjang tiga sentimeter, lebar nol koma lima sentimeter, terdapat robekan berbentuk elips di bagian lutut berukuran panjang dua sentimeter lebar nol koma lima sentimeter ------------------------
o Celana pendek berwarna hitam bergaris putih di kedua pinggirnya, berbahan kaos. Terdapat satu kantung celana di samping kiri. Tidak ada merek dan ukuran. Terdapat robekan berbentuk segitiga dengan ukuran delapan sentimeter pada tiap sisi, robekan terlihat pada bagian selangkangan. Celana dalam keadaan kering---------------------------
o Celana dalam berwarna merah muda,bergambar baby guffy di bagian depan kiri atas. Tidak bermerk, tidak berukuran, berbahan katun. Celana dalam dalam keadaan kering--
e. Perhiasan : Tidak ada-----------------------------------------------------------------------------------
f. Lain-lain : Jenazah dibungkus oleh pembungkus kain katun berwarna putih-------------------
B. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN WAKTU TERJADINYA KEMATIAN :--------
1. Suhu rektal mayat : Tidak diukur----------------------------------------------------------------------
2. Lebam mayat : Pada leher bagian depan yang hilang dengan penekanan, leher bagian belakang --------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Kaku mayat : Pada rahang bawah dan kelopak mata, masih bisa dilawan-----------------------
4. Pembusukan : Tidak ada--------------------------------------------------------------------------------
5. Lain – lain : Tidak ada----------------------------------------------------------------------------------
C. FAKTA DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN LUAR :-----------------------------------
1. Permukaan Kulit Tubuh :--------------------------------------------------------------------------------
a. Kepala :---------------------------------------------------------------------------------------------------
Daerah berambut : terdapat sebuah luka lecet pada kepala bagian belakang, bentuk tidak teratur, warna kemerahan, ukuran panjang dua koma lima sentimeter dan lebar dua koma lima sentimeter-----------------------------------------------------------------------------------------
Wajah :--------------------------------------------------------------------------------------------------
- terdapat sebuah luka lecet di dahi sebelah kiri, warna merah kehitaman, berbentuk elips dengan ukuran panjang tiga sentimeter lebar satu koma lima sentimeter-----------
- Terdapat satu buah luka memar di dahi sebelah kiri, bentuk tidak teratur, warna kebiruan dengan ukuran panjang tujuh sentimeter dan lebar enam sentimeter-----------
b. Bahu :-----------------------------------------------------------------------------------------------------
o Bahu kanan : Tidak ada kelainan-----------------------------------------------------------------
o Bahu kiri : Tidak ada kelainan--------------------------------------------------------------------
c. Dada : Ditemukan luka lecet empat belas sentimeter dibawah ketiak bentuk tidak teratur panjang delapan sentimeter lebar tujuh sentimeter didaerah dada tidak ditemukan fraktur----
d. Punggung : Terdapat beberapa luka lecet yang tersebar, dengan bentuk tidak teratur, tepi tidak rata dan berbatas tegas. Ukuran terbesar panjang sepuluh sentimeter, lebar lima sentimeter dan empat belas sentimeter dari garis tengah tubuh dan garis bawah lima sentimeter dan garis atas limabelas sentimeter dari tulang belikat, dan terkecil panjang dua sentimeter dan lebar satu koma lima sentimeter, dan tiga belas sentimeter dari garis tengah tubuh dan delapan sentimeter dari tulang belikat-----------------------------------------------------
e. Perut : Tidak ada kelainan------------------------------------------------------------------------------
f. Bokong :--------------------------------------------------------------------------------------------------
o Bokong kanan : Terdapat dua buah luka lecet dengan batas atas enam sentimeter di bawah garis mendatar yang melalui panggul, batas bawah sembilan koma lima sentimeter di bawah garis mendatar melalui panggul, batas kiri empat belas sentimeter di kanan garis tengah tubuh, batas kanan delapan belas koma lima sentimeter di kanan garis tengah tubuh. Ukuran luka empat koma lima sentimeter kali tiga koma lima sentimeter, bentuk tidak teratur, warna kemerahan --------------------------------------------
o Bokong kiri : tidak ada kelainan ------------------------------------------------------------------
g. Dubur :----------------------------------------------------------------------------------------------------
o Lingkaran dubur : Tidak diukur-------------------------------------------------------------------
o Liang dubur : Tidak ada kelainan-----------------------------------------------------------------
h. Anggota gerak :------------------------------------------------------------------------------------------
o Anggota gerak atas :--------------------------------------------------------------------------------
 Kanan :-------------------------------------------------------------------------------------------
o Ada tato dilengan kanan atas dan pergelangan tangan bertuliskan ”HERI S”-------
o Terdapat beberapa buah luka lecet, bentuk tidak teratur. Pada lengan atas bagian dalam, tepi rata, ,dengan panjang dua puluh sentimeter, lebar lima sentimeter, warna biru kehitaman; luka lecet yang lain bentuk tidak teratur tepi tidak jelas, ukuran empat sentimeter dari siku panjang lima sentimeter lebar tiga sentimeter warna merah kehitaman; luka lecet di punggung tanggan kanan satu sentimeter dibawah pergelangan, bentuk tidak beraturan, batas luka tidak tegas, lebar satu sentimeter panjang dua setengah sentimeter warna merah kehitaman; Luka berbentuk bulat empat sentimeter dibawah pergelangan tangan diameter satu sentimeter ditemukan beberapa luka lecet di bagian punggung jari sepanjang nol koma lima sentimeter berwarna merah kehitaman---------------------------------------
o Jaringan di bawah kuku tampak kebiruan-------------------------------------------------
 Kiri :----------------------------------------------------------------------------------------------
o Luka terbuka di pergelangan tangan, tepi tidak rata dengan panjang dua koma dua sentimeter dan jika dirapatkan panjang luka dua koma tiga sentimeter ,terdapat jembatan jaringan, tebing luka tidak rata yang terdiri dari kult, jaringan ikat, dasar luka terdiri dari otot, warna kemerahan, ukuran terkecil dengan panjang nol koma tiga sentimeter, lebar nol koma tiga sentimeter dengan batas atas lima sentimeter dari siku dan batas bawah lima sentimeter dari siku-----------------------
o Luka lecet pada lengan bawah bagian dalam dengan panjang dua koma lima sentimeter, lebar satu koma lima sentimeter, dan batas atas sepuluh sentimeter dari siku, batas bawah sebelas sentimeter dari siku,bentuk oval, warna kemerahan-------------------------------------------------------------------------------------
o Dua luka lecet pada punggung tangan dengan ukuran masing masing panjang satu koma delapan sentimeter, lebar satu koma empat sentimeter dan panjang satu sentimeter, lebar nol koma lima sentimeter, bentuk oval, keduanya berwarna kemerahan-------------------------------------------------------------------------------------
o Jaringan di bawah kuku tampak kebiruan-------------------------------------------------
o Terdapat luka bekas pencabutan kuku di jempol-----------------------------------------
o Anggota gerak bawah :-----------------------------------------------------------------------------
 Kanan :-------------------------------------------------------------------------------------------
o terdapat beberapa jaringan parut di lutut, paling besar ukuran dua kali satu sentimeter, paling kecil ukuran satu kali nol koma lima sentimeter. Ditemukan sebuah luka lecet di tepi luar lutut, berukuran satu kali satu koma lime sentimeter, berbentuk oval. Ditemukan satu luka lecet di pergelangan kaki sebelah luar, berbentuk bulat, diameter nol koma lima sentimeter. Jaringan di bawah kuku pucat. ------------------------------------------------------------------------------------------
 Kiri :----------------------------------------------------------------------------------------------
o luka lecet pada lutut dengan ukuran satu sentimeter kali satu sentimeter, bentuk tidak teratur, warna kemerahan ------------------------------------------------------------
o Jaringan di bawah kuku tampak pucat-----------------------------------------------------
2. Bagian Tubuh tertentu :----------------------------------------------------------------------------------
a. Mata :-----------------------------------------------------------------------------------------------------
o Alis mata : Berwarna hitam, tipis----------------------------------------------------------------
o Bulu mata : Berwarna hitam lurus---------------------------------------------------------------
o Kelopak mata : kaku ------------------------------------------------------------------------------
o Selaput kelopak mata : Tidak ada kelainan-----------------------------------------------------
o Selaput biji mata : Tidak ada kelainan ---------------------------------------------------------
o Selaput bening mata : Jernih---------------------------------------------------------------------
o Pupil mata : Diameter nol koma lima milimeter kanan dan kiri sama----------------------
o Pelangi mata : Berwarna coklat------------------------------------------------------------------
b. Hidung :--------------------------------------------------------------------------------------------------
o Bentuk hidung : Tidak ada kelainan-------------------------------------------------------------
o Permukaan kulit hidung : Tidak ada kelainan--------------------------------------------------
o Lubang Hidung : terdapat cairan berwarna merah berbau khas darah keluar dari lubang hidung kanan dan kiri, saat dimiringkan--------------------------------------------------------
c. Telinga :--------------------------------------------------------------------------------------------------
o Bentuk telinga : Tidak ada kelainan-------------------------------------------------------------
o Permukaan daun telinga : terdapat lebam daun telinga sebelah kiri, bentuk tidak teratur dan tidak hilang dengan penekanan----------------------------------------------------
o Lubang telinga : terdapat cairan berwarna merah berbau khas darah keluar dari lubang telinga kanan dan kiri, saat dimiringkan--------------------------------------------------------
d. Mulut :----------------------------------------------------------------------------------------------------
o Bibir atas : pucat------------------------------------------------------------------------------------
o Bibir bawah : pucat--------------------------------------------------------------------------------
o Selaput lendir mulut : pucat-----------------------------------------------------------------------
o Lidah : Tidak ada kelainan------------------------------------------------------------------------
o Gigi – geligi :---------------------------------------------------------------------------------------
 Gigi rahang atas : lengkap, seluruh gigi geligi adalah gigi permanent berjumlah enam belas, gigi geraham tiga kanan dan kiri atas----------------------------------------
 Gigi rahang bawah : lengkap, seluruh gigi geligi adalah gigi permanent berjumlah enam belas, gigi geraham tiga kanan dan kiri atas----------------------------------------
o Langit – langit mulut : Tidak ada kelainan-----------------------------------------------------
e. Alat kelamin : Laki-laki--------------------------------------------------------------------------------
o Pelir : Disunat, tidak keluar cairan dari lubang pelir------------------------------------------
o Kantung pelir : Tidak ada kelainan--------------------------------------------------------------
o Buah pelir : Teraba dua buah---------------------------------------------------------------------
3. Tulang - Tulang :-------------------------------------------------------------------------------------------
a. Tulang tengkorak : Tidak ada kelainan--------------------------------------------------------------
b. Tulang belakang : Tidak ada kelainan---------------------------------------------------------------
c. Tulang-tulang dada : Tidak ada kelainan------------------------------------------------------------
d. Tulang-tulang punggung : Tidak ada kelainan-----------------------------------------------------
e. Tulang-tulang panggul : Tidak ada kelainan--------------------------------------------------------
f. Tulang anggota gerak : Tidak ada kelainan---------------------------------------------------------


KESIMPULAN :----------------------------------------------------------------------------------------------
Dari fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan atas jenazah tersebut maka saya simpulkan bahwa jenazah adalah seorang laki-laki , umur kurang lebih dua puluh lima tahun, warna kulit sawo matang, gizi kesan baik. Dari pemeriksaan ditemukan adanya tanda persentuhan dengan benda tumpul berupa luka lecet di daerah belakang kepala, luka memar daerah leher, punggung, tangan kanan dan tangan kiri, tanda-tanda patah dasar tulang tengkorak. Sebab kematian pasti belum dapat ditentukan---------------------------------------------------------------------------------------

PENUTUP:-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Demikianlah keterangan tertulis ini saya buat dengan sesungguhnya, dengan mengingat sumpah sewaktu menerima jabatan sebagai dokter------------------------------------------------------------------




Semarang, 18 Juli 2009
Dokter Yang Memeriksa,



dr Mohamad Fikih
NIP.0810221107

Format Visum



BAGIAN INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK
DAN PEMULASARAN JENAZAH
RUMAH SAKIT DR. KARIADI
Jl. Dr. Sutomo No. 16, Semarang. Telp. (024) 8413993



PRO JUSTITIA


VISUM ET REPERTUM
NO:

Atas permintaan tertulis dari Kepolisian Resor …… melalui suratnya tanggal …. Nomor Polisi: …. yang ditanda tangani oleh …., Pangkat …, NRP ….. dan diterima tanggal ……., jam …. WIB, maka dengan ini saya, dr. ……., sebagai dokter yang bekerja pada Rumah Sakit …… menerangkan bahwa pada tanggal ……, jam ….. WIB, di tempat pemulasaran jenazah telah memeriksa jenazah, yang berdasarkan surat permintaan tersebut di atas nama …., umur kurang lebih ……, jenis kelamin ….., pekerjaan sebelum meninggal dunia ……., alamat ….., diduga meninggal dunia ………..

HASIL PEMERIKSAAN :----------------------------------------------------------------------------------
Dari pemeriksaan luar dan dalam atas tubuh jenazah tersebut diatas ditemukan fakta-fakta sebagai berikut :------------------------------------------------------------------------------------------------
A. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN IDENTITAS JENAZAH :-------------------------
1. Identitas Umum Jenazah :-------------------------------------------------------------------------------
a. Jenis kelamin : -----------------------------------------------------------------------------------
b. Umur : kurang lebih ---------------------------------------------------------------
c. Berat badan : --------------------------------------------------------------
d. Panjang badan : --------------------------------------------
e. Warna kulit : ---------------------------
f. Ciri rambut : --------------------------------------------------
g. Golongan darah : ----------------------------------------------------------------------
h. Keadaan gizi :-------------
i. Ciri – ciri lain : -------------------------------------------------------------------------------
2. Identitas Khusus Jenazah :-------------------------------------------------------------------------------
a. Tato : -------------------------------------------------------------------------------------------
b. Jaringan parut : -------------
c. Cacat fisik : -----------------------------------------------------------------------------------
d. Penutup jenazah :------------------
e. Pakaian : --------------------------------------------------------------------------------------------------
f. Perhiasan : tidak ada------------------------------------------------------------------------------------
g. Ciri – ciri lain : -------------------------------------------------------------------------------
B. FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN WAKTU TERJADINYA KEMATIAN :--------
1. Suhu rektal mayat : -------------------------------------------------------------------
2. Lebam mayat : ---------------------------------------------------------------------------------------
3. Kaku mayat : -------------------------------------------------
4. Pembusukan : -----------------------------------------------------------------------------------------
5. Lain – lain : -----------------------------------------------------------------------------------
C. FAKTA DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN LUAR :-----------------------------------
1. Permukaan Kulit Tubuh :--------------------------------------------------------------------------------
a. Kepala :---------------------------------------------------------------------------------------------------
o Daerah berambut : ------------------------------------------------------------
o Wajah : -------------------------------------------------------------------------
a. Mata :------------------------------------------------------------------------------------------
o Alis mata : -------------------------------------------------------------------
o Bulu mata : ------------------------------------------------------------------
o Kelopak mata :--------------------------------------------------------------
o Selaput kelopak mata :-----------------------------------------------------------
o Selaput biji mata : ------------------------------------------------------------------
o Selaput bening mata :-----------------------------------------------------------
o Pupil mata :-------------------------------------------------------------------
o Pelangi mata : ----------------------------------------------------------------
b. Hidung :--------------------------------------------------------------------------------------------
o Bentuk hidung :----------------------------------------------------------------------------
o Permukaan kulit hidung : ------------------------------------------------
o Lubang hidung : ----------------------------------------------------
c. Telinga :--------------------------------------------------------------------------------------------
o Bentuk telinga : --------------------------------------------------------------
o Permukaan daun telinga : ----------------------------------------------------------------
o Lubang telinga ----------------------------------------------------------------------
d. Mulut :----------------------------------------------------------------------------------------------
o Bibir atas : -----------------------------------------------------------------------
o Bibir bawah : ---------------------------------------------------------------------
o Selaput lendir mulut : ---------------------------------------------------
o Lidah : -----------------------------------------------------------------------
o Gigi – geligi :------------------------------------------------------------------------------
 Gigi rahang atas : ----------------------------------------------------------------------
 Gigi rahang bawah : ---------------------
o Langit – langit mulut ------------------------------------------------------
b. Leher : ------------------------------------------------------------------------------
c. Bahu :-----------------------------------------------------------------------------------------------------
o Bahu kanan : -----------------------------------------------------------------
o Bahu kiri : ---------------------------------------------------------------------
d. Dada :------------------------------------------------------------------------------
e. Punggung : -----------------------
f. Pinggang : ------------------------
g. Perut : ----
h. Bokong :--------------------------------------------------------------------------------------------------
o Bokong kanan : ---------------------------------------------------
o Bokong kiri : ------------------------------------------------------------------
i. Dubur :----------------------------------------------------------------------------------------------------
o Lingkaran dubur : ------------------------------------------------------------
o Liang dubur : --------------------------------------
j. Anggota gerak :------------------------------------------------------------------------------------------
o Anggota gerak atas :--------------------------------------------------------------------------------
 Kanan : --------------------------------------------------------------------
 Kiri : -----------------------------------------------------------------------
o Anggota gerak bawah :-----------------------------------------------------------------------------
 Kanan : ----------------------------------------------------
 Kiri :---------------------------------------------------------------------------------------------
k. Alat kelamin : -------------------------------------------------------------------------------------------
o Pelir : -----------------------
o Kantung pelir --------------------------------------------------------------
o Rambut kelamin ----------------------------------------------------
2. Tulang - Tulang :-------------------------------------------------------------------------------------------
a. Tulang tengkorak : ---------------------------------------------------------------
b. Tulang belakang : ------------------------------------------------------------
c. Tulang-tulang dada : -----------------------------------------------------
d. Tulang-tulang punggung : --------------------------------------------------
e. Tulang-tulang panggul : -----------------------------------------------------
f. Tulang anggota gerak : ---------------------------------------------------------


KESIMPULAN :----------------------------------------------------------------------------------------------
Dari fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan atas jenazah tersebut maka saya simpulkan bahwa jenazah adalah seorang …., umur kurang lebih …., warna kulit ….., gizi ….. , ditemukan adanya tanda-tanda akibat kekerasan benda tumpul/ tajam berupa luka …. di …... sebab kematian tidak dapat ditentukan dari pemeriksaan luar.

PENUTUP:-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Demikianlah keterangan tertulis ini saya buat dengan sesungguhnya, dengan mengingat sumpah sewaktu menerima jabatan------------------------------------------------------------------------------------



Semarang, ………
Dokter yang memeriksa,



Dr. Arista Hardinisa
NIP.

Sabtu, 29 Mei 2010

ASPEK MEDICOLEGAL PRAKTEK DOKTER




ASPEK MEDICOLEGAL PRAKTEK DOKTER

ILMU KEDOKTERAN ADALAH ILMU YANG PALING MULIA DAN HANYA ORANG-2 YANG SANGGUP MENJUNGJUNG KEHORMATAN DIRI DAN PROFESINYA LAYAK MENJADI DOKTER (HYPPOCRATES)

DAHULU DUNIA KEDOKTERAN SEAKAN TIDAK TERJANGKAU OLEH HUKUM

DENGAN BERKEMBANGNYA KESADARAN MASYARAKAT AKAN KEBUTUHAN TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM, DUNIA KEDOKTERAN MENJADI OBJEK HUKUM

PARA PETUGAS DIBIDANG KEDOKTERAN SUDAH SELAYAKNYA MENGETAHUI ASPEK MEDICOLEGAL PRAKTEK KEDOKTERAN


MAL PRAKTEK MEDIS

• SUATU TINDAKAN MEDIS YANG DILAKUKAN / DISELENGGARAKAN DENGAN JALAN YANG TIDAK BAIK / SALAH, TIDAK SESUAI DENGAN NORMA
• TINDAKAN / PERBUATAN MEDIK YANG MENIMBULKAN CELAKA / BAHAYA
• MAL PRATICE = WRONG DOING = NEGLECT OF DUTY SEORANG DOKTER YANG MELAKUKAN TINDAKAN MEDIK YANG SALAH / WRONG DOING ATAU TIDAK CUKUP MENGURUS PENGOBATAN DAN PERAWATAN PASIEN
• KELALAIAN SEORANG DOKTER UNTUK MEMPERGUNAKAN TINGKAT KETRAMPILAN DAN ILMU PENGETAHUAN YANG LAZIM DIPERGUNAKAN DALAM MENGOBATI PASIEN ATAU ORANG YANG TERLUKA MENURUT UKURAN DI LINGKUNGAN YANG SAMA






STANDAR PROFESI MEDIK

1. TERAPI HARUS TELITI
2. BERDASARKAN PENGETAHUAN MEDIK DAN PENGALAMAN
3. SESUAI KEMAMPUAN RATA-2 YANG DIMILIKI DOKTER
4. DALAM KONDISI SAMA
5. DENGAN SARANA DAN UPAYA WAJAR SESUAI TUJUAN KONGKRIT TINDAKAN MEDIK TERSEBUT

STANDAR PROFESI ADALAH PEDOMAN YANG HARUS DIPERGUNAKAN SEBAGAI PETUNJUK DALAM MENJALANKAN PROFESI MEDIK SECARA BAIK.

TUJUAN DITETAPKAN STANDAR PROFESI

1. UNTUK MELINDUNGI MASYARAKAT
2. UNTUK MELINDUNGI PROFESI KEDOKTERAN DARI TUNTUTAN TAK WAJAR DARI MASYARAKAT
3. SEBAGAI PEDOMAN DALAM PENGAWASAN, PEMBINAAN, PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KEDOKTERAN
4. SEBAGAI PEDOMAN UNTUK MENJALANKAN PELAYANAN KEDOKTERAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

PENGATURAN DAN PENGAWASAN STANDAR PROFESI OLEH M.K.E.K

DIDALAM MELAKUKAN PROFESI DOKTER HARUS MEMENUHI SYARAT :

1. INDIKASI MEDIK UNTUK PERAWATAN YANG KONGKRIT
2. DILAKUKAN MENURUT STANDAR PROFESI
3. INFORMED CONSERNT




PELANGGARAN ETIKA MURNI

1. MENARIK IMBALAN YANG TIDAK WAJAR
MENARIK IMBALAN DARI KELUARGA SEJAWAT
2. MENGAMBIL ALIH PASIEN TANPA PERSETUJUAN SEJAWATNYA
3. MEMUJI DIRI SENDIRI DIDEPAN PASIEN
4. TIDAK PERNAH MENGIKUTI PENDIDIKAN KEDOKTERAN YANG BERKESINAMBUNGAN
5. DOKTER MENGABAIKAN KESEHATANNYA DIRINYA

PELANGGARAN ETIKA LEGAL

1. PELAYANAN KEDOKTERAN DIBAWAH STANDAR
2. MENERBITKAN SURAT KETERANGAN PALSU
3. MEMBUKA RAHASIA JABATAN ATAU PEKERJAAN DOKTER
4. ABORTUS PROVOKARTUS
• WANITA SENGAJA MENGGUGURKAN KANDUNGAN ATAU MENYURUH ORANG LAIN UNTUK MENGGUGURKAN KUHP 346
• MENGGUGURKAN TANPA IJIN KUHP 342
• MENGGUGURKAN DENGAN IJIN YBS KUHP 348
• DOKTER, BIDAN, JURU OBAT YANG MELAKUKAN PENGGUGURAN KUHP 349
5. PELECEHAN SEKSUAL

TOLOK UKUR CULPA LATA

1. BERTENTANGAN DENGAN HUKUM
2. AKIBATNYA DAPAT DIBAYANGKAN
3. AKIBATNYA DAPAT DIHINDARKAN
4. PERBUATANNYA DAPAT DIPERSALAHKAN





DOKTER DIKATAKAN MELAKUKAN MAL PRAKTEK JIKA:

1. DOKTER KURANG MENGUASAI IPTEK KEDOKTERAN YANG BERLAKU UMUM DILINGKUNGAN PROFESI KEDOKTERAN
2. MEMBERIKAN PELAYANAN KEDOKTERAN DIBAWAH S.P.M
3. MELAKUKAN KELALAIAN BERAT ATAU MELAKUKAN PELAYANAN DENGAN TIDAK BERHATI-HATI
4. MELAKUKAN TINDAKAN MEDIK YANG BERTENTANGAN DENGAN HUKUM

MALL PRAKTEK = MELANGGAR ETIKA

UNTUK DAPAT MENUNTUT GANTI RUGI

1. ADANYA KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP PASIEN
2. DOKTER TELAH MELANGGAR S.P.M
3. PENGGUGAT TELAH MENDERITA KERUGIAN YANG DAPAT DIMINTAKAN GANTI RUGI
4. SECARA FAKTUAL KERUGIAN ITU DISEBABKAN OLEH TINDAKAN DIBAWAH STANDAR

ASAS KODEKI

1. TIDAK MERUGIKAN (NON MALETICENCE)
2. MEMBAWA KEBAIKAN (BENEFICENCE)
3. MENJAGA KERAHASIAAN (CONFIDENCESIALITAS)
4. OTONOMI PASIEN (INFORMED CONSENT)
5. BERKATA BENAR (VERACITY)
6. BERLAKU ADIL (JUSTICE)
7. MENGHORMATI PRIVACY






MAL PRAKTEK MEDIK

1. MAL PRAKTEK ETIKA
2. MAL PRAKTEK YURIDIS
• MAL PRAKTEK PERDATA ( CIVIL MAL PRATICE )
• MAL PRAKTEK PIDANA ( CRIMINAL MAL PRATICE )
• MAL PRAKTEK ADMINISTRASI ( ADMINISTRATIVE MAL PRATICE )

MENCEGAH & MENGATASI MALL PRAKTEK

1. BEKERJA MENGIKUTI KAEDAH ETIKA KEDOKTERAN
2. MEMILIKI, MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESI ( SEMINAR, KPPIK )
3. MEMBERI INFORMASI YANG MEMADAI KEPADA PASIEN & KELUARGA, TENTANG KONDISI PENYAKIT, RENCANA TERAPI DAN PROGNOSISNYA
4. SETIAP MELAKUKAN TINDAKAN HARUS MEMBUAT RENCANA TERAPI YANG CERMAT & INFORMED CONSENT
5. MEMBUAT REKAM MEDIK YANG LENGKAP
6. DALAM MENGHADAPI KASUS BERESIKO BEKERJA DALAM TIM
7. MEMILIKI SURAT REGISTRASI, SIP, SP, SIP
8. TURUT DALAM ASURANSI GANTI RUGI PRAKTEK KEDOKTERAN
9. MENGATASI MASALAH MELALUI ARBITRASE
10. MEMAHAMI DAN MENGHORMATI HAK PASIEN
11. MEMEGANG TEGUH SUMPAH DOKTER
12. MEMILIKI HOSPITAL LOWYER

Kamis, 20 Mei 2010

KUESIONER Berat Badan Siswa-Siswi SMA 26 Tebet Jakarta Selatan 2010










Data Umum
No. Kuesioner :
1. Nama :
2. Jenis Kelamin :
3. Tempat tanggal lahir :
4. Umur : 1. 15 tahun
2. 16 tahun
3. 17 tahun
4. 18 tahun
5. Berat badan (Kg) :
6. Tinggi badan (Meter) :
7. Pendidikan Ayah : 1. SD, SMP
2. SMA, tidak tamat kuliah
3. D3, S1, S2
8. Pendidikan Ibu : 1. SD, SMP
2. SMA, tidak tamat kuliah
3. D3, S1, S2
9. Pekerjaan Ayah/Ibu : 1. PNS
2. Pegawai Swasta
3. Wiraswasta
4. dll
10. Penghasilan rata-rata 1 bulan dalam keluarga :
a. < 1 juta rupiah
b. 1-5 juta rupiah
c. > 5 juta rupiah
d. Tidak tahu







A. POLA MAKAN
Berikan Tanda Check list pada kolom sesuai dengan kenyataan anda !
0 1 2 3
1. Apakah anda sering sarapan pagi Tidak pernah 1-3 kali seminggu 3-5 kali seminggu Setiap hari
2. Apakah anda terbiasa makan malam Tidak pernah 1-3 kali seminggu 3-5 kali seminggu Setiap malam
3. Berapa sering anda mengkonsumsi cemilan (makanan kecil) Tidak pernah 1-3 kali seminggu 3-5 kali seminggu Setiap hari
4. Berapa sering anda makan direstoran fastfood Tidak pernah 1kali seminggu 2 kali seminggu >3kali seminggu

Kriteria skor adalah sebagai berikut.
0 = Tidak Pernah
1 = Kadang-kadang (sebulan)
2 = Sering (seminggu)
3 = Selalu (tiap hari)

5. Bagaimana anda biasa makan siang :
a. bekal dari rumah
b. jajan disekolah
c. makan dirumah setelah pulang sekolah
d. tidak amakan siang

B. AKTIVITAS FISIK
Aspek Indikator Skor
Aktivitas Fisik 0 1 2 3
Tipe atau klasifikasi aktivitas fisik.
6. Apakah anda dalam sehari melakukan aktivitas ringan (tanpa menggerakan lengan) seperti membaca, menulis, main video game, menonton televisi, mendengarkan radio, mengetik, berbagai kegiatan yang dikerjakan dengan banyak duduk.
7. Apakah anda dalam sehari melakukan aktivitas sedang (sedikit menggerakkan lengan) seperti memasak, mencuci piring, mencuci baju, menyetrika, berjalan lambat, serta berbagai kegiatan yang dikerjakan dengan duduk dan berdiri.
8. Apakah anda dalam sehari melakukan aktivitas berat (banyak menggerakan lengan) seperti mendorong-dorong benda, berjalan cepat, berlari, naik turun tangga,bersepeda, sepak bola, dll.
b. Durasi ( lama waktu).
9. Apabila anda melakukan aktivitas ringan, apakah anda melakukannya >3 jam/hari.
10. Apabila anda melakukan aktivitas sedang, apakah anda melakukannya >3 jam/hari.
11. Apabila anda melakukan aktivitas berat, apakah anda melakukannya >3 jam/hari.
c. Frekuensi (berapa kali dalam seminggu)
12. Apakah anda melakukan aktivitas ringan sehari dalam seminggu > 3 kali.
13. Apakah anda melakukan aktivitas sedang sehari dalam seminggu > 3 kali.
14. Apakah anda melakukan aktivitas berat sehari dalam seminggu > 3 kali.
Kriteria skor adalah sebagai berikut.
0 = Tidak Pernah
1 = Kadang-kadang (sebulan)
2 = Sering (seminggu)
3 = Selalu (tiap hari)

C. Sebaran Menurut Genetika
ASPEK Iya Tidak
15. Apakah ayah/ibu memiliki berat badan lebih :

D. Sebaran Menurut Lingkungan
Jenis makanan dan minuman apa yang sering dibeli di kantin sekolah, penelitian diklasifikasikan Tidak Pernah Kadang-kadang Sering
Makanan Kantin
16. Mie Ayam
17. Bakso
18. Siomay
19. Batagor
20. Tahu isi
Minuman Kantin
21. Air Putih
22. Teh
23.Sirup
24.Kopi
25.Soft drink ( Coca-cola, Sprite, Fanta, dll)

26. motivasi yang paling sering mempengaruhi makan diluar
a. keluarga
b. teman-teman
c. diri-sendiri
27. seberapa besar pengaruh iklan ditelevisi terhadap minat mencoba makanan dan minuman,penelitian diklasifikasikan :
a. sering .
b. kadang-kadang
c. tidak berpengaruh








E. Sebaran Menurut Pengetahuan
Benar salah Tidak tahu
1. Junk food adalah makanan siap saji yang mengandung lemak tinggi atau gula tinggi atau garam tinggi:
2. Junk food adalah minuman yang mengandung soda tinggi atau es krim:
3. Makanan siap santap ayam goreng dan kentang goreng di mall menyehatkan
4. Mengurangi makanan berlemak dan minuman bersoda dapat mengurangi kegemukan
5. Berolah raga teratur dapat menghindari kegemukan
6. Kegemukan itu tidak menyehatkan
7. Keseringan makan dapat meyebabkan kegemukan
8. Keseringan minum - minuman bersoda menyebabkan kegemukan
9. Keseringan minum - minuman bersoda menyebabkan kegemukan
10. Keseringan jajan gorengan dapat menyebabkan kegemukan






Skor nilai untuk pertanyaan nomor 1 sampai 10 :
Nilai 5 : Bila jawaban benar
Nilai 3 : Bila jawaban salah
Nilai 0 : Bila jawaban tidak tahu

Interpretasi :
Total skor 0 – 29 : pengetahuan kurang
Total skor 30 – 40 : pengetahuan sedang
Total skor 41-50 : pengetahuan baik

Makalah PENYAKIT JANTUNG KORONER





BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Penyakit jantung koroner adalah suatu penyakit jantung yang disebabkan karena kelainan pembuluh darah koroner. Salah satu penyebab utamanya adalah aterosklerosis koroner yaitu proses penimbunan lemak dan jaringan fibrin, gangguan fungsi dan struktur pembuluh darah yang mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke miokard. Faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya aterosklerosis adalah kolesterol darah yang meninggi,diet, hipertensi, merokok, diabetes melitus, obesitas, jeniskelamin, umur, kurang latihan dan keturunan.1
Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat, yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dan Organisasi Federasi Jantung Sedunia (World Heart Federation) memprediksi penyakit jantung akan menjadi penyebab utama kematian di negara-negara Asia pada tahun 2010. Saat ini, sedikitnya 78% kematian global akibat penyakit jantung terjadi pada kalangan masyarakat miskin dan menengah. Berdasarkan kondisi itu, dalam keadaan ekonomi terpuruk maka upaya pencegahan merupakan hal terpenting untuk menurunkan penyakit kardiovaskuler pada 2010.2
Di negara berkembang dari tahun 1990 sampai 2020, angka kematian akibat penyakit jantung koroner akan meningkat 137 % pada laki-laki dan 120% pada wanita, sedangkan di negara maju peningkatannya lebih rendah yaitu 48% pada laki-laki dan 29% pada wanita. Di tahun 2020 diperkirakan penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab kematian 25 orang setiap tahunnya. Oleh karena itu, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomer satu di dunia.2
Indonesia saat ini menghadapi masalah kesehatan yang kompleks dan beragam. Tentu saja mulai dari infeksi klasik dan modern, penyakit degeneratif serta penyakit psikososial yang menjadikan Indonesia saat ini yang menghadapi “ threeple burden diseases”. Namun tetap saja penyebab angka kematian terbesar adalah akibat penyakit jantung koroner – “the silence killer”. Tingginya angka kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 26%. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka tersebut cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 1991, angka kematian akibat PJK adalah 16 %. Kemudian di tahun 2001 angka tersebut melonjak menjadi 26,4 %. Angka kematian akibat PJK diperkirakan mencapai 53,5 per 100.000 penduduk Indonesia.2























BAB II
ISI

II.1 Definisi
Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau disebut juga Ischemic Heart Disease (IHD) adalah penyakit jantung yang disebabkan karena kelainan pembuluh darah koroner. Salah satu penyebab utamanya adalah aterosklerosis koroner.3

II.2 Etiologi
Penyebab jantung koroner adalah karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner, yang dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat. Kecanduan rokok, hipertensi, kolesterol tinggi juga dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner.4
Salah satu penyebab utamanya adalah aterosklerosis koroner yaitu proses penimbunan lemak dan jaringan fibrin, gangguan fungsi dan struktur pembuluh darah yang mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke miokard.
Aterosklerosis adalah penyakit arteri yang berkembang secara perlahan, dengan penebalan tunika intima yang terjadi akibat disfungsi endotel, inflamasi vaskular, terbentuknya lipid kolesterol, kalsium, dan debris seluler pada dinding pembuluh darah. Pembentukan ini akan menghasilkan plak, remodelling pembuluh darah, obstruksi lumen pembuluh darah akut dan kronik, abnormalitas aliran darah dan menurunnya suplai oksigen ke organ target.34
Adanya aterosklerosis koroner dimana terjadi kelainan pada intima bermula berupa bercak fibrosa (fibrous plaque) dan selanjutnya terjadi ulserasi, pendarahan, kalsifikasi dan trombosis. Perjalanan dalam kejadian aterosklerosis tidak hanya disebabkan oleh faktor tunggal, akan tetapi diberati juga banyak faktor lain seperti : hipertensi, kadar lipid, rokok, kadar gula darah yang abnormal.4



II.3 Faktor Resiko 5
Faktor risiko penyakit jantung koroner ada yang membaginya dalam faktor risiko primer (independen) dan sekunder (Kasiman, 1997; Krismi, 2002), yaitu:
1. Faktor risiko primer; faktor ini dapat menyebabkan gangguan arteri berupa aterosklerosis tanpa harus dibantu oleh faktor lain (independen), termasuk faktor risiko primer, yaitu hiperlidemi, merokok, dan hipertensi.
2. Faktor risiko sekunder; Faktor ini baru dapat menimbulkan kelainan arteri bila ditemukan faktor lain secara bersamaan, termasuk factor risiko sekunder, yaitu diabetes melitus (DM), obesitas, stres, kurang olah raga, alkohol, dan riwayat keluarga.
Dalam penelitiannya, Tjokroprawiro (2001) menyebutkan ada 34 faktor risiko yang bertanggung jawab terhadap kualitas sel endotel dan pembuluh darah, yang selanjutnya juga bertanggung jawab terhadap kualitas hidup manusia itu sendiri. Ke-34 faktor risiko tersebut adalah :
Tab. 1. Faktor resiko Penyakit Jantung Koroner
1. Genetik
2. Insulin resistensi
3. Intoleransi glukosa
4. Asam urat
5. Lipid
6. Obesitas
7. Merokok
8. Hipertensi
9. Inaktivitas fisik
10. Agregasi platelet
11. Stres
12. Jenis kelamin
13. Usia
14. Fibrinogen
15. Faktor pembekuan darah VIIIc, VII, Va, Xa,XIIIa
16. Radikal bebas
17. Penyalahgunaan alkohol
18. Ras
19. Inhibitor dan promotor
20. Hipertrofi ventrikel kiri
21. PAF
22. Androgen
23. Interleukin
24. Katekolamin
25. Kortisol
26. Hormon pertumbuhan
27. Estrogen
28. Leptin
29. TNF-α
30. Homosistein
31. Cu
32. Fe
33. Inflamasi
34. TGF-β


II.4 PATOGENESIS ATEROSKLEROSIS 6
Menurut kelompok studi WHO (1958), aterosiderosis adalah suatu kombinasi perubahan tunika intima pembuluh darah arteri yang bervariasi, yang terdiri dari penimbunan setempat lemak, kompleks karbohidrat, darah dan produk darah, jaringan fibrosa, penimbunan kalsium bersama-sama dengan perubahan tunika media. Seperti diketahui struktur normal dinding arteri terdiri dari tunika intima, tunika media dan tunika adventisia. Pada proses aterosklerosis prinsipnya yang terlibat adalah tunika intima walaupun perubahan sekunder dapat juga dijumpai pads tunika media. Tiga tipe lesi aterosklerosis klasik yang dapat dijumpai adalah garis lemak, plak fibrosa dan lesi kompleks. Garis lemak ditandai oleh penimbunan lemak setempat, sejumlah kecil sel otot polos intima dan tidak menyebabkan obstruksi ataupun gejala. Garis lemak ini bersifat reversibel dan dapat menjadi plak fibrosa. Plak fibrosa adalah lesi yang karakteristik, nampak keputihan dan menonjol ke dalam lumen arteri. Plak fibrosa dapat berkembang menjadi lesi kompleks yaitu plak fibrosa yang berubah karena adanya perdarahan, fibrosis dan kalsifikasi, ulserasi ataupun trombosis. Sifat khan lesi ini adalah kalsifikasi dan sering dihubungkan dengan kejadian oklusi.
Aterosklerosis merupakan spektrum dari reaksi arteri akibat beberapa faktor yang mempengaruhi dinding pembuluh darah dan menyebabkan kelainan melalui mekanisme yang berbeda pada subyek yang berbeda bahkan tempat yang berbeda pada subyek yang sama.

Teori dan mekanisme terbentuknya aterosklerosis :
1. Mekanisme Infiltrasi Lipid
Teori ini menerangkan bahwa plasma protein termasuk LDL dan VLDL secara kontinu masuk ke dalam pembuluh darah melalui endotel. LDL yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding arteri. Produk dari metabolisme lipoprotein ini terutama kolesterol bebas; kolesterol bebas dan kolesterol ester akan menyebabkan reaksi fibrokalsifikasi.
2.Permeabilitas Tunika Intima dan Kerusakan Sel Endotel
Perubahan permeabilitas tunika intima terhadap lipoprotein dan kerusakan sel endotel merupakan faktor penting terbentuknya aterosklerosis. Dari percobaan diketahui bahwa kerusakan endotel dapat disebabkan oleh panas, dingin, mekanik (kateter) yang mempercepat proses aterosklerosis pads keadaan hiperkolesterolemi. Kerusakan endotel ataupun perubahan permeabilitas juga dapat terjadi akibat aglutinasi platelet yang melepaskan vasoaktif amin, dari area yang mengalami stres hemodinamik, hipertensi dan kompleks antigen-antibodi.
3.Mekanisme Trombogenik
Perkembangan lebih lan jut proses aterosklerostik dapat menyebabkan oklusi total yang erat hubungannya dengan ruptur plak, agregasi platelet, terbentuknya trombus serta vasospasme koroner. Ruptur plak akan menyebabkan pelepasan ATP dan ADP dari sel-sel yang rusak. ATP dan ADP mengaktifkan platelet sehingga terjadi adesi. Platelet kemudian melepaskan tromboksan A2 dan terutama ADP yang mengaktifkan platelet di sekitarnya untuk beragregasi dan membentuk gumpalan trombus.
4. Mekanisme Hemodinamik
Mekanisme ini menerangkan hubungan lokalisasi dan pembentukan aterosklerosis. Plak ateroma terutama sering didapatkan di daerah percabangan pembuluh darah. Pada pembuluh darah koroner, ateroma lebih jelas pads bagian proksimal dari tiga cabang utama epikardial arteri koronaria yang jelas bergerak pads setiap denyut jantung. Arteri penderita hipertensi menunjukkan peningkatan permeabilitas terhadap molekul lipoprotein. Faktor mekanis ini dapat mempengaruhi perubahan tunika intima dan merangsang pembentukan mikro trombi
5. Perdarahan Kapiler
Teori Wintemitz (1938) menerangkan bahwa lipid pads lesi aterosklerotik berasal dari perdarahan berulang pads plak akibat ruptur kapiler lumen pembuluh darah maupun vasa vasorum. Walaupun mekanisme ini tidak ada hubungannya dengan permulaan pembentukan lipid akan tetapi mekanisme ini dapat menambah penimbunan lipid dan fibrosis pads plak yang sudah terbentuk. Paterson menjelaskan bahwa frekuensi dan adanya perdarahan kapiler dalam plak merupakan mekanisme untuk terjadinya obstruksi akut arteri koroner.
6. Migrasi Lipofag (Makrofag)
Teori ini diperkuat oleh Leary; penimbunan kolesterol pada arteri adalah akibat lipofag yang beredar dalam darah melakukan penetrasi pads tunika intima. Sel ini diduga melakukan penetrasi ke dalam endotelium atau melekat pads permukaan sehingga menutupi endotelium

II. 5 PATOFISIOLOGI PENYAKIT JANTUNG KORONER 6
Fase penyakit jantung koroner dapat diketahui berdasarkan hubungan antara gejala klinis dengan patologi endotelium yangdapat dilihat secara angioskopi. Pada permulaan penyakit akan tampak lapisan lemak pads permukaan pembuluh darah. Bila lesi melebar akan menyebabkan obstruksi parsial oleh plak yang permukaannya licin. Bila plakbertambah besar aliran koroner akan berkurang dan menyebabkan angina stabil. Beberapa plak akan mengalami ulserasi dan menyebabkan kumpulan platelet pada tempat tersebut. Kumpulan platelet tersebut akan mengakibatkan lepasnya vasokonstriktor koroner secara periodik dari aliran darah dan menyebabkan angina yang laju (accelerated angina) yaitu bentuk peralihan dari angina stabil ke angina tak stabil. Bila emboli yang lepas cukup besar akan menyebabkan kematian yang mendadak.
Kumpulan platelet yang menempel dapat membentuk trombus kecil. Bila trombus cukup besar dan menyebabkan obstruksi total akan menjadi infark miokard. Setelah terjadi infark, trombus akan lisis oleh proses endogen. Ulserasi endotelium menyembuh dalam beberapa minggu. Proses penyembuhan kadang-kadang tidak seluruhnya sempurna, seringkali trombus yang tersisa membentuk sumbatan dalam pembuluh darah sehingga timbul kembali angina stabil. Plak tersebut dapat ruptur kembali, dan seterusnya
Jadi mekanisme pencetus yang mengubah status seorang penderita dengan gejala klinis stabil menjadi gawat seperti infark miokard akut sangat berhubungan erat dengan patogenesis ate rosklerosis, agregasi platelet,trombosis intra koroner serta vasospasme koroner. Maka bagi penderita penyakit koroner dengan aliran darah koroner terganggu, penanganan utamanya adalah revaskularisasi dan reperfusi, baik secara mekanik maupun medikamentosa.

II.6 GEJALA 7
1. Nyeri dada (angina). Anda mungkin merasa tekanan atau sesak di dada, seolaholah seseorang sedang berdiri di dada Anda. Rasa sakit, yang disebut sebagai angina, biasanya dipicu oleh tekanan fisik atau emosional. Hal itu biasanya hilang dalam beberapa menit setelah menghentikan aktivitas yang menyebabkan tekanan. Pada beberapa orang, terutama perempuan, nyeri ini mungkin sekilas atau tajam dan terasa di perut, punggung, atau lengan.
2. Sesak napas. Jika jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda, Anda dapat mengalami sesak napas atau kelelahan ekstrem tanpa tenaga .
3. Serangan jantung. Jika arteri koroner menjadi benar-benar diblokir, Anda mungkin mengalami serangan jantung. Gejala klasik serangan jantung termasuk tekanan yang menyesakkan dada dan sakit pada bahu atau lengan, kadang-kadang dengan sesak napas dan berkeringat. Wanita mungkin kurang mengalami tanda-tanda khas serangan jantung dibanding laki-laki, termasuk mual dan sakit punggung atau rahang. Kadang-kadang serangan jantung terjadi tanpa ada tanda-tanda atau gejala yang jelas.
II.7 Kriteria Diagnosa 8
Diagnosis IMA dengan elevasi ST ditegakkan berdasarkan anamnesis nyeri dada yang khas dan gambaran EKG adanya elevasi ST> 2 mm, minimal pada 2 sadapan prekordial yang berdampingan atau>1mm pada sadapan ekstremitas. Pemeriksaan enzim jantung, terutama troponin T yang meningkat memperkuat diagnosis.
Nyeri Dada
Nyeri dada (angina) merupakan gejala kardinal pasien IMA. Sifat nyeri dada angina sebagai berikut:
o Lokasi: substernal, retrosternal, dan prekordial
o Sifat nyeri: rasa sakit, seperti ditekan, rasa terbakar, ditindih benda berat seperti:ditusuk, diperas, atau dipelintir
o Penjalaran:biasanya ke lengan kiri, dapat juga ke leher, rahang bawah, gigi, punggung / interskapula, perut dan dapat juga ke lengan kanan.
o Nyeri membaik atau hilang dengan istirahat atau obat nitrat.
o Faktor pencetus:latihan fisik, stress emosi, udara dingin, sesudah makan.
o Gejala yang menyertai:mual, muntah, sulit bernapas, keringat dingin, cemas, dan lemas.
Diagnosis banding8
Perikarditis akut, emboli paru, diseksi aorta akut, kostokondritis dan gangguan GI. STEMI tanpa nyeri lebih sering pada DM dan usia lanjut.

Pemeriksaan Fisik8
Sebagian besar pasien cemas dan tidak bisa istirahat (gelisah). Seringkali ekstremitas pucat dengan keringat dingin. Kombinasi nyeri dada substernal >30 menit dan banyak keringat dicurigai kuat. Tanda fisis lain adalah penurunan intensitas bunyi jantung pertama dan murmur midsistolik yang bersifat sementara. Peningkatan suhu sampai 38°C dapat dijumpai dalam minggu pertama pasca STEMI.
Pemeriksaan EKG 8
Sebagian besar pasien dengan presentasi awal elevasi segmen ST mengalami evolusi menjadi gelombang Q pada EKG yang akhirnya didiagnosis infark miokard gelombang Q.
Reaksi non spesifik terhadap injuri miokard adalah leukositosis polimorfonuklear yang dapat terjadi dalam beberapa jam setelah onset nyeri dan menetap selama 3-7 hari. Leukosit dapat mencapai 12000-15000/ul.
II.8 Penatalaksanaan 9
• Tindakan umum : pasien perlu perawatan di rumah sakit, diistirahatkan (bed rest), diberi penenang dan oksigen. Pemberian morfin atau petidin perlu pada pasien yang masih merasakan sakit dada walaupun sudah mendapat nitrogliserin.
• Terapi farmakologi :
Obat anti iskemia menyebabkan vasodilatasi pembuluh vena dan arteriol perifer, a. nitrat dengan efek mengurangi preload dan afterload sehingga dapat mengurangi wall stress dan kebutuhan oksigen. Nitrat juga menambah suplai oksigen dengan vasodilatasi pembuluh koroner dan memperbaiki aliran darah kolateral. Pembuluh darah kolateral memberikan rute alternatif perfusi miokard bila arteri koroner epikard mayor mengalami stenosis atau oklusi. Saluran ini dorman dalam keadaan normal namun dalam beberapa jam kolateral yang ada mengalami dilatasi dan mengembangkan karakteristik pembuluh darah matur. menurunkan kebutuhan oksigen miokatdium melalui b. beta blocker efek penurunan denyut jantung dan daya kontraksi miokardium. Contoh : propanolol, metoprolol, atenolol. Vasodilatasi koroner dan menurunkan tekanan c. antagonis kalsium darah
o Obat antiagregasi trombosit
Mengurangi kematian jantung dan mengurangi infark fatal a. aspirin maupun nonfatal pada pasien dengan angina tidak stabil. Merupakan obat lini kedua jika pasien tidak tahan b. tiklopidin aspirin, efek sama. menghambat agregasi platelet, mengurangi stroke, c. Klopidogrel infark, dan kematian kardiovaskular. Ikatan fibrinogen dengan d. glikoprotein Iib/IIIa inhibitor reseptor GP IIb/IIIa pada platelet ialah ikatan terakhir pada proses agregasi platelet. Karena GP IIb/IIIa inhibitor menduduki reseptor tadi maka ikatan platelet dengan fibrinogen dapat dihalangi dan agregasi platelet tidak terjadi.
o Obat antitrombin
Bersifat antikoagulan a. Unfractionated heparin antikoagulan, dibuat melalui b. Low molecular weight Heparin (LMWH) depolarisasi rantai polisakarida heparin.
o Direct thrombin inhibitors : bekerja langsung mencegah pembentukan pembekuan darah
Tindakan revaskularisasi pembuluh koroner :Tindakan operasi bypass (CABG), angioplasti dan pemasangan stent (Percutaneous Coronary Revascularization), coronary brachytherapy, dan laser revascularization.
II.9 Prognosis
Penyakit jantung koroner masih merupakan pembunuh utama di banyak negara tidak hanya negara industri maju, seperti Amerika dan negara Eropa hal ini pun berlaku di negara kita. Setelah terdiagnosa sebagai penderita pjk oleh dokter, baik yang hanya memerluka pengobatan, yang sudah dibalon maupun yang sudah menjalani bedah pintas koroner. Pasien masih memiliki kesempatan hidup tanpa kekawatiran yang berlebihan dan yang terpenting penyakinya tidak memburuk. Termasuk disini, pasien dapat bekerja kembali, berolahraga, dan boleh menikmati makanan kesukaannya. Pengendalian Faktor Resiko Penyakit jantung koroner sangat berhubungan dengan faktor resiko tersebut dapat memperbaiki kualitas hidup dan memperkecil resiko kambuh atau memberatnya penyakit.
II.10 Komplikasi STEMI 10
Disfungsi ventricular, aritmia pasca STEMI, gangguan hemodinamik, ekstrasistol ventrikel, edema paru, takikardi dan fibrilasi atrium dan ventrikel, syok kardiogenik, bradikardi dan blok, infark ventrikel kanan.
II.11 Pencegahan
Sama halnya dengan penyakit-penyakit lain, PJK juga berlaku prinsip ‘mencegah lebih baik dari pada mengobati’. Dalam hubungan ini dikenal dengan ada nya pencegahan hubungan primer dan sekunder. Yang pertama bermaksud menjaga seseoran jangan sampai terkena PJK, dan kedua mengusahakan agar penyakitnya tidak menjadi lebih parah, bahkan bila mungkin menyenbuhkannya sampai mendekati keadaan normal.
Pada penyakit jantung koroner dikenal adanya pencegahan primer dan sekunder.
a. Pencegahan Primer
Sepertiga dari mereka mengalami serngan jantung atau myocardial infarction (MI) akan meninggal dalam waktu 24 jam dan mereka yg hidup akan mengalami akibat yang serius, termasuk kegagalan jantung, angina, aritmia, dan meningkatnya resiko untuk mati mendadak (AHA, 1998). Pertiga dari kejadian kardiovaskuler baru terjadi pada orang-orang dibawah umur 65 tahun (AHA 1999). Karena itu kita perlu serius upaya melakukan pencegahan primer. Pencegahan primer dilakukan untuk mencegah PJK baru. Bila pencegahan ditunda sampai terbentuknya plak diarteri koroner ketingkat lanjut individu dan masyarakat akan menderita beban berat biaya PJK. Pendekatan yang esensial dari pencegahan prier adalah mengurangi faktor resiko PJK.


Strategi pencegahan primer
Dua pendekatan yang komplementer terhadap pencegahan primer yaitu strategi populasi dan strategi klinis.
a. Strategi Populasi
Bertujuan untuk menggalakan pola hidup yang benar bagi individu dan masyarakat untuk menekan terjadinya penyakit kardiovaskuler dengan cara menyebarluaskan keterangan mengenai segala masalah kesehatan jantung seperti menghentikan rokok, meningkatkan aktivitas fisik, diit mengurangi mengurangi makanan berlemak dll.
b. Strategi Klinis
Strategi klinis diperlukan untuk mengidentifikasi individu yang memiliki resiko tinggi dimana modifikasi faktor resiko sudah diperlukan sangat mendesak. Hal ini dapat diperluas dengan mengidentifikasi warga individu yang terkena yang memiliki resiko tertinggi.
Pencegahan primer klinis juda dapt dikateorikan menjadi jangka pendek dan jangka panjang.
o Pencegahan Jangka Pendek
Bertujuan mengurangi resiko PJK baru, serangan jantung dan stroke yang tejadi pada masa dekat (dibawah 10 tahun). Ini ditujukan kepada mereka yang telah memilki kemungkinan pengapuran yang telah lanjut dan memilik resiko PJK yang tinggi. Mereka ini memerlukan intervensi yang lebih intensif. Perubahan pola hidup tetap merupakan komponen yang penting dari prnurunan resiko jangka pendek. Tetapi lebih banyak orang akan memerlukan tambahan terapi obat-obatan untuk mengurangi resiko dibanding pencegahan jangka.
o Pencegahan Jangka Panjang
Bermaksud mengurangi PJK selama hidup dengan jalan mencegah tebentuknya dan berkembangnya aterosclerosis dan sebab dasar dari PJK. Ini ditukan kepada mereka yang tidak langsung aman terkena masalah jantung yan berat dan memiliki kemungkinan timbulnya PJK. Pencegahan seumur hidup memprioritaskan perubahan pola hidup yang menjadi penyebab utama faktor resiko, seperti kegemukan, kurang aktifitas, dan pola makan. Intensitas terapi kategori ini tergantung pada penilaian resiko.

b. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi faktor resiko bagi mereka yang nyata-nyata mengidap PJK, ada plak pada arteri, atau telah mengalami serangan jantung atau stoke. Program rehabilitasi adalah satu contoh dari pencegahan sekunder. Pasien dilatih olah raga dan diberi penyuluhan yang diperlukan, disamping pemeriksaan profil lemak dll.





















BAB III
PENUTUP


III.1 Kesimpulan
Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau disebut juga Ischemic Heart Disease (IHD) adalah penyakit jantung yang disebabkan karena kelainan pembuluh darah koroner. Salah satu penyebab utamanya adalah aterosklerosis koroner. Aterosklerosis adalah penyakit arteri yang berkembang secara perlahan, dengan penebalan tunika intima yang terjadi akibat disfungsi endotel, inflamasi vaskular, terbentuknya lipid kolesterol, kalsium, dan debris seluler pada dinding pembuluh darah. Pembentukan ini akan menghasilkan plak, remodelling pembuluh darah, obstruksi lumen pembuluh darah akut dan kronik, abnormalitas aliran darah dan menurunnya suplai oksigen ke organ target.
Mengenal Faktor resiko PJK sangat penting dalam usaha pencegahan PJK merupakan salah satu usaha yang cukup besar peranannya dalam penanganan PJK untuk menurunkan resiko dan kematian akibat PJK yaitu dengan cara mengendalikan faktor resiko PJK. Faktor resiko Utama PJK adalah : Hipertensi, hiperkolesterolemi, dan merokok dimana merupakan faktor yang dapat dikontrol dan bersifat reversibel. Faktor resiko lainnya adalah : umur, ras, jenis kelamin, keturunan (bersifat Irreversibel), geografis, diet, obesitag, diabetes, exercise, perilaku dan kebiasaan hidup lainnya, stress, perubahan sosial dan perubahan masa (bersifat Reversibel) Dengan mengatur, berhenti merokok dan perubahan hipertensi yang efektif, dapat menurunkan resiko dan kematian akibat PJK.










DAFTAR PUSTAKA


1. Slibernagl, S dan Lang, F. Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. Jakarta: EGC. 2000. h.236-239
2. www.jevuska.com/topic/epidemiologi+dan+pencegahannya.html.cited:19Mei 2010.
3. Boudi, F.B. Atherosclerosis. dikutip dari www.emedicine.com. ( cited:18 Mei 2010).
4. Slibernagl, S dan Lang, F. Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. Jakarta: EGC. 2000. h.236-239.
5. http://www.smallcrab.com/jantung/540-sekilas-mengenal-gagal-jantung(cited:18 Mei 2010).
6. Coopers K.H. : controlling Cholesterol, Bantam Books, New York .1988
7. Cruikhshank J.M & Prichard B.N.C : Hypertension, Beta Blockers in Clinical practice, Churchill Livingstone, New York 1987
8. Rahman, AM. Angina Pektoris Stabil dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 4 jilid III. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006. h. 1626-1628
9. Alwi, Idrus. Tatalaksana Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 4 jilid III. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006. h. 1630-1640.
10. Trisnohadi, Hanafi B. Angina Pektoris Tak Stabil dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 4 jilid III. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006. h. 1621-1623)
Powered By Blogger